Elementor vs Block Editor vs Divi: Mana Page Builder Terbaik Buatmu?

Juli 10, 2025

“Om Alip, mending pake Elementor atau Block Editor aja ya? Atau Divi juga bagus katanya?”

Pertanyaan itu sering banget mampir ke inbox Om. Dan jujur aja, jawabannya nggak bisa langsung hitam putih. Karena masing-masing page builder di WordPress itu punya “karakter” sendiri. Nah, daripada bingung, yuk kita bahas satu per satu versi Om Alip tentang perbandingan Elementor vs Block Editor vs Divi santai aja kayak ngobrol di warung kopi.


1. Block Editor (Gutenberg) – Si Anak Resmi dari WordPress

Kalau kamu baru kenal WordPress, kemungkinan besar udah pernah ketemu Block Editor alias Gutenberg. Ini adalah editor bawaan WordPress yang sejak versi 5.0 mulai menggantikan editor klasik.

Kelebihan:

  • Ringan & cepat karena bawaan inti WordPress.
  • Cocok buat bikin konten blog, halaman sederhana, dan landing page ringan.
  • Tidak perlu plugin tambahan.
  • Kompatibel dengan hampir semua tema modern.

Kekurangan:

  • Kurang fleksibel untuk desain kompleks.
  • Fitur layout masih terbatas (walau sekarang makin berkembang).
  • Harus belajar cara kerja blok, kadang agak ribet di awal.

Cocok buat kamu yang…
Suka yang simpel, ringan, dan nggak mau ribet install plugin tambahan.


2. Elementor – Si Desainer Serba Bisa

Nah, Elementor ini bisa dibilang page builder paling populer saat ini. Mulai dari pemula sampai developer pro, banyak yang jatuh cinta karena fleksibilitas dan tampilannya yang modern.

Kelebihan:

  • Visual drag & drop, super intuitif.
  • Banyak widget siap pakai (bahkan di versi gratis).
  • Komunitas gede & banyak tutorial.
  • Bisa bikin layout dari nol atau pakai template.

Kekurangan:

  • Agak berat kalau dipakai di hosting pas-pasan.
  • Versi gratisnya terbatas (fitur premium cukup menggoda).
  • Kadang terlalu banyak fitur malah bikin bingung.

Cocok buat kamu yang…
Suka otak-atik desain, pengen kontrol penuh atas tampilan, dan nggak masalah install plugin tambahan.


3. Divi Builder – Si Paket Komplit ala Freelancer

Kalau Elementor ibarat toolbox terbuka, Divi itu kayak koper desain all-in-one. Theme + builder dalam satu paket. Ini andalannya Om Alip buat bikin website klien yang butuh tampil elegan tapi prosesnya efisien.

Kelebihan:

  • Visual builder intuitif, bisa desain langsung dari front-end.
  • Banyak template siap pakai yang tinggal pakai ulang.
  • Lisensi lifetime (sekali beli bisa dipakai berkali-kali).
  • Cocok untuk kerja tim dan reuse layout.

Kekurangan:

  • Harus terbiasa dulu sama workflow-nya (beda feel dari Elementor).
  • Kadang lebih berat dari Gutenberg.
  • Tidak gratis (tapi sangat worth untuk jangka panjang).

Cocok buat kamu yang…
Serius bikin website, entah untuk klien atau project pribadi jangka panjang.


Jadi, Mana yang Harus Kamu Pilih?

Om Alip biasanya begini mikirnya:

  • Buat blog pribadi atau project ringan → pakai Block Editor aja udah cukup.
  • Buat desain kreatif dan fleksibelElementor jawabannya.
  • Buat freelancer, agensi, atau yang pengen investasi jangka panjangDivi bisa jadi senjata utama.

Kalau menurut prespektif Om Alip, Divi Builder paling sering digunakan karena sesuai yang udah Om Alip ceritain kelebihannya termasuk perkembangannya hingga kini masih terus banyak template yang siap pakai, itu menarik buat mempercepat pekerjaan.


Tips dari Om Alip:

Sebelum mutusin pake yang mana, cobain aja satu per satu. Banyak yang nyangkut di Elementor, tapi jatuh cinta sama Divi setelah cobain. Ada juga yang balik ke Block Editor karena ternyata lebih ringan dan cukup buat kebutuhannya.

Yang penting, sesuaikan sama kebutuhan dan kapasitas hosting kamu. Karena sehebat apapun builder-nya, kalau hosting lemot, ya tetap aja frustrasi.


Kesimpulan:
WordPress kasih kita banyak pilihan. Mau simple atau kompleks, semua bisa kamu kustom. Dan di situlah serunya — kita bebas pilih cara bikin website yang paling pas buat kita sendiri.


Kalau kamu sudah coba salah satunya, tulis di kolom komentar ya. Ceritain pengalamanmu, siapa tau bantu teman-teman lain buat milih juga.

Sampai ketemu di artikel selanjutnya!

Salam,
Om Alip

Published On: 10/07/2025Categories: WordPress576 wordsViews: 318